in Digital Marketing

Meet Up Owox BI – Bagaimana Meningkatkan Marketing Online ke Offline (Store)

Sebelum memulai yuk kita kenalan dulu siapa itu OWOX BI?
monggo bisa di cek disini ya Cek OWOX BI disini

Gak lama sayapun baru tau ada tools seperti ini
Saya dapat info ini saat beli salah satu deals di luar bertipe lifetime
Jadi saya beli hanya $49 untuk dapetin basic plan, yang mana kalau harga normal bisa di cek di webnya $115/bulan, deal yang uwoww!! 😀

Ok sedikit penjelasan untuk kegunaannya Owox BI ini buat apaan sih?
Dari saya pribadi ini untuk analyze data campaign di FB Ads
Jadi data di Fb Ads dikirim ke Google Analytics (GA)
Dari GA dikirim ke Google Big Query (GBQ)
Dari GBQ dikirim ke Google Sheets

Tapii.. ternyata ga hanya Fb Ads, justru Owox BI ini harusnya di pakai untuk Multi Channel, alias semua platform yang ada di dunia maya ini bisa di integrasikan menjadi satu result, sebut saja BIG DATA
Yess… ini lah kekuatan kita untuk melangkah lebih yakin lagi dikemudian hari, dikarenakan kita punya berbagai data yang sudah di jalankan campaign-campaignnya

Semoga kebayang ya kegunaan tools ini untuk apa 🙂
Jadi.. event ini di adakan intinya mengedukasi market bahwa dengan menggunakan Owox BI ini make life easier, ceunah… :v

Ok, singkatnya sesi ini terbagi ada 3:

Sesi 1 oleh Andrey Sukhovoy – VP of Growth at OWOX BI

  • Beliau bahas kegunaan OWOX BI untuk kebutuhan campaign-campaign kita, disini memang ga bisa dipungkiri lebih penekanan di produk ya…
    Tapi ada insight kerennya adalah, pokoknya ga usah pusing mengumpulkan data dari semua channel yang ada, serahkan pada OWOX BI and it’s done!! Hahaha

Sesi 2 oleh Aditya Jamaludin – CMO at Fabelio

  • Nahh disesi ini yang paling ngena banget kegunaan OWOX BI ini apa, aslinya liat funnel yang di jalankan “pusyingg” kayak status kang Erlan dan Om Alvin, judulnya pusing bareng-bareng.. Hahaha
    Tapi di sesi ini yang akan saya cerikan insight-insight kerennya di bawah, insya Allah

Sesi 3 Oleh Arvy Este – Head of Marketing Planning & Strategy at eCommerce

  • Sayangnya di sesi ini mas Arvy nya behalangan hadir dikarenakan sakit, jadi digantikanlah perannya oleh mas Joddy Kusumo selaku Sales Executive di OWOX BI, tapi mas Joddy ini sebelum di owox pernah di agency.. so cukup banyak meng-handling campaign digital.
    Dan di sesi ini mas Joddy membawakan study case campaign Kiehl’s
    Di sesi ini seru juga, nanti kita bahas insight-insightnya di bawah ya.. 😀

Sesi 1 saya persingkat aja ya, intinya Andrey Sukhovoy menjelaskan apa yang harusnya kita lakukan dengan digital campaign kita dan bagaimana owox memudahkan hidup kita untuk menganalisa kesemua channel yang kita pakai di dalam 1 platform 🙂
Singkatnya “Bagaimana Menghemat Waktu Dalam Mengumpulkan Data dan Mengkombinasikan User Behaviour dan Data Lainnya Secara Otomatis”, kurang lebih begitu…

Nahh bagian yang serunya adalah di sesi 2 ini
Ada di salah satu sesi bahas Offline Store
Brand ini menjalankan semua digital campaign, bahkan sampe offline campaign (pasang banner dllnya) juga, tapi ga banyak katanya di campaign offlinenya.
Siapa dia? yaitu Fabelio
Pak Aditya Jamaludin menjelaskan bagaimana mulai menjalankan campaignnya..
bisa lihat gambar di bawah ya..

Digital Campaign Fabelio

Fabelio start di tahun 2015 dengan full jualannya online melalui online storenya, bisa kita sebut dengan FurTech
Kemudian di tahun 2016 buka Offline Store pertamanya, dan ternyata “cara” ini it’s working, alias berhasil mendatangkan revenue
Di tahun 2017 melanjutkan untuk buka cabang, sampai sekarang punya 8 showrooms dan mengcoverage “jajahannya” di kota besar Jabodetabek & Bandung

Di sela penjelasan Fabelio journey-nya
Ada pertanyaan di tim Internal Fabelio yang menurut saya keren
“Apa sih yang membuat customer lebih bisa memutuskan membeli furniture?”

Maka dengan pertanyaan ini, tim selalu melakukan measurement data, research dllnya
pokoknya bag big bug sana sini.. 😀
Biar “mateng” data yang di dapat.

Fabelio punya digital campaign dan offline campaign
Contoh online sepert Fb Ads, Google Display Network (GDN), SEO, Push notifications, Email Marketing dllnya..

Intinya…
Yang saya tangkep semua online campaign di jalankan
Kemudian di Offline campaign, memasang Billboard juga..

So pertanyaannya adalah, bagaimana kita memastikan bahwa Digital Campaign (Fb Ads, GDN, Email Marketing, dkknya) menghasilkan penjualan di Showrooms (Offline Store)?

Jadi.. Bagaimana mengukur audience yang datang ke Offline store ini?
Datang dari digital campaign mana?
Dari Channel mana mereka ini datang ke store?
Sedangkan semua channel digital digarap?

Contoh case nya adalah, facebook ads
diliat dari result yang di dapat dari fb ads “tampaknya” campaign ini adalah yang works
karena dari segi engagment dan konversi mengasilkan result yang bagus, tapi apa iya ini yang mendatangkan audience ke offline store?

Case lain, pak Aditya bertanya, “adakah yang pasang Google Display Network (GDN)?”
Sebagian besar audience yang datang di event mengangkat tangan, menunjukkan menggunakan ini untuk campaign di Google Ads
Tapi bagaimana mengukur user yang datang ke store dari hasil campaign GDN?

Dan pak Aditya menekankan juga, it’s really hard! 😀 (Dalem hati.. heu euhh pak… Hahaha)

Pak Aditya pun bilang di online channel ini sangat harder untuk mengukur orang yang “search” di online channel, kemudian mereka melakukan pembelian secara offline (di store), begitu juga sebaliknya.

Pak Adit bilang, bahkan yang kita anggap di 1 channel itu bagus (sebut saja Fb Ads), nyatanya setelah kita kumpulkan menjadi satu data dari semua channel…
Ternyata Fb Ads ini tidak berperan banyak menghasilkan purchase di Offline store, padahal dari hasil di online campaignnya bagus, seperti engagment dllnya
Daaan ternyata Fb Ads ini berperan hanya 3% dari purchase yang terjadi…
Wowwwww!!

Saya setelah denger insight ini, langsung berfikir liar dan harus to do something untuk Pustaka Lebah, ini itu semua harus di jalankan dan di ukur (Wake up, wake up, wake up!!)

Jangan sampe bergantung hanya pada 1 channel!! ini bahaya pak Eko!!! bahaya.. 😀 (Mashook pak Eko :v)

Jadii singkat cerita (karena nulis ini targetnya cuman 500 kata, nyatanya uda 1278 kata di bagian kata ini :v)
Pak Adit mengakhiri dengan kata

“Kita pasti melakukan kesalahan, tapi kita percaya dengan data kita akan lebih baik dalam mengambil keputusan”

Lanjutt pak Eko…??

Sesi selanjut adalah Sesi Ecommerce brand Cosmetics dan turunan-turunannya ya..
Yaitu Kiehl’s
Disini mas Joddy mirip-mirip dengan yang di jelaskan dengan Pak Adit
Bagaimana drive Online Marketing to Offline Store

Karena kita tau Kiehl’s itu punya offline sore cekidot disini
Disini saat menjalankan campaignnya adalah tantangan menjual produk-produk di Indonesia start dari mulai harga Rp. 700rb

Dan mendatangkan Brand ini ke Indonesia yang bisa masuk ke market Indonesia

Sebenarnya catatannya ada saya…tapi jadi panjang bener ini tulisan, next kali ya di lanjut… 😀

Ok, mungkin tulisan ini disudahi dulu
Inti dari pertemuan ini yang serru adalah :

  • Networking
  • Berbagi insight
  • Tambah knowledge baru
  • Jadi tau orang lain sudah melakukan lebih jauh dari saya
  • Kenalan dengan mba Susi (MC) yang ternyata Digital Marketing Strategist Tokopedia, di akhir acara sedikit cucurhatan perihal campaign-campaign di saya, Hahaha… tapi asik, next bisa berbagi insight lagi.. mungkin dari mba Susi belum bisa di “korek-korek” bagiannya karena handling di tokopedia di produk digital, seperti tiket KAI, bayar PLN dllnya
  • Kenalan dengan mas Joddy dari pihak Owox BI, cerita dulunya di Agency juga…
  • Ada campaign brand indonesia 1 bulan $2.000.000 di 1 channel tok!! yes 1 lhoo.. belum yang lainnya (Brandnya adalah… tiiiiit :D)
  • dan sesi cucurhatan lainnya dari peserta lain seperti Om Alvin yang handling Campaign “Kita Bisa” sekarang, yang dimana sebelumnya di Tech In Asia
  • Dllnya.. 😀

Oia di sesi pak Aditya (Fabelio) saya ada pertanyaan sebenarnya, yaitu :
– Pak.. apa yang dilakukan setelah mendapatkan data dari semua channel ini?
Sebagai contoh bapak katakan Fb hanya berperan 3%, apa yang di lakukan di channel ini?, perhatiannya seperti apa dengan channel yang ternyata hanya punya peran “minim”?
– Untuk mendatangkan result channel mana yang mendatangkan purchase ini, awalnya seperti apa menjalankan campaign-campaign ini?
Dan jawabannya adalah ? —> yuk diskus di komentar 😀

#SalamDigitalMarketing

Tulis Komentar Disini

Comment